Friend Story...
Pada suatu sekolah di SMAN 1 Batu Mabur, terdapat 8 Orang sahabat yang berasal dari sekolah yang berbeda” namun
dipertemukan di sekolah ini, mereka adalah : Aji, Ahmad,
Herdi, Rizky, Dhila, Lia, Saskia, dan Titin. Persahabatan mereka memang seperti
Metamorfosis Kupu-kupu, mulai dari ulat menjadi Kupu-kupu. Namun ketika hampir
menjadi kupu-kupu, aji malah di suruh pindah sama orang tuanya, yang membuat sahabatnya terkejut, karena mereka
mengetahui kabar pindahnya aji bukan dari aji sendiri tapi dari orang lain,
yang satu kelas sama aji.
Pertama kali mereka masuk
ke sekolah tersebut, mereka berada di satu kelas saat MOPD, namun ketika sudah
mulai penjurusan mereka menyebar dikelas” yang berada di SMAN 1 BATU MABUR. Namun
hubungan persahabatan mereka masih tetap berjalan, apalagi dalam organisasi
yang mereka masuki saat ini yaitu pramuka. Setiap
Jum’at Siang, sebelum upacara pembukaan kegiatan pramuka,
mereka selalu menyempatkan waktu untuk berkumpul,
dan berbincang-bincang tentang materi yang akan diberi kakak bantara kepada
mereka hari itu, dan tak jarang juga sambil menunggu waktu upacara, mereka
mengerjakan tugas yang diberikan guru secara bersama.
Pada saat pengalihan
jenjang dari penggalang ke tingkat penegak, kita tak punya waktu sedikitpun
untuk berkumpul bersama karena kami saling sibuk mempersiapkan materi dan fisik
kami. Namun setiap melaksanakan
shalat tak sengaja kami selalu
bertemu dan saling menyemangati satu sama lain, agar tak ada yang ngedroop. Seusai
kegiatan pengalihan jenjang pun mereka langsung kembali kerumah mereka
masing-masing karena kelelahan.
Namun Aji dan Ahmad,
mereka tetap pulang bersama, dan ditengah perjalanan mereka sedikit berbincang,
Ahmad mengatakan jika dia suka sama Lia, namun Ahmad tidak ingin mengungkapkan
kepada Lia karena dia takut kalau nanti persahabatan mereka akan hancur,
akhirnya Ahmad memutuskan untuk menyimpan perasaannya, hanya Aji lah yang
mengetahui perasaan Ahmad kepada Lia.
Ketika Ahmad
bercerita, Aji hanya bisa
tertawa ketika mendengar cerita dari Ahmad, tak jelang waktu lama, akhirnya
mereka berpisah dan menuju rumah masing- masing.
Mereka tak hanya aktif di
pramuka, namun dalam hal pelajaran di sekolah mereka tidak tertinggal, karena
mereka pandai membagi waktu
mereka antara disekolah, organisasi, dan dirumah
dan itu membutuhkan sebuah Komitmen yang besar.
Akhirnya semua berjalan beriringan, dan saat pengumuman nilai kenaikan kelas
pun, mereka mendapatkan nilai yang cukup memuaskan.
Pada saat pemantapan calon
bantara pula, tak disangka merekapun memutuskan untuk mengikutinya karena
mereka sudah jatuh cinta sama pramuka, namun saat pemantapan calon bantara
kedua, Lia tidak bisa hadir dikarenakan dia sakit. Setelah
kegiatan pun akhirnya mereka
memutuskan untuk menjenguk Lia dirumahnya. Namun saat mereka
sampai dirumah Lia, dia sedang
periksa di dokter diantar ayahnya, sehingga mereka hanya bertemu dengan ibunya,
namun karena mereka sudah lelah akhirnya mereka memutuskan untuk pulang, dan
hanya menitipkan salam mereka di ibunya Lia.
Setelah mereka menjadi
seorang penegak bantara, keakraban mereka semakin dekat dan mereka juga mencoba
membaur dengan teman-teman yang lain, agar
mempererat tali persaudaraan antar bantara. Kabar
tentang kepindahan Aji pun mulai menyebar setelah ada informasi jika Aji
mendapatkan Beasiswa di Sekolah Djarum Foundation, Bogor. Sebenarnya Aji tidak mau untuk pindah
kesekolah tersebut, dikarenakan Aji sudah nyaman dan memiliki banyak teman di SMAN 1 Batu Mabur, namun bagaimana
lagi ayah Aji, menginginkan yang terbaik untuk Aji, tak hanya itu tapi faktor ekonomi
juga, yang akhirnya membuat Aji memutuskan untuk menikuti
permintaan Ayahnya.
Saat kegiatan pertama mereka
Musyawarah Ambalan, Aji tidak boleh hadir oleh ayahnya karena ayahnya takut
kalau Aji kelelahan, yang akan membuat ke
Bogornya ditunda, lebih baik Aji dirumah saja, begitu ujarnya. Hal inilah yang
membuat teman-teman bantara merapatkan perihal kepindahan Aji yang tak lama
lagi, banyak sekali usulan tentang hal yang akan diberikan kepada Aji, hal yang
bisa mengenangkan Aji namun tak membuat Aji bosan, setelah banya usulan yang
masuk akhirnya diputuskan bahwa akan memberikan sebuah video yang berisikan
ungkapan hati teman-teman. Untung saja saat HUT pramuka ke 57 kemarin, Aji
diperbolehkan mengikuti kegiatan tersebut, yang membuat teman-temannya senang karena bisa
melihatnya sebelum
perpindahannya, dan bisa mengirimkan kenang-kenangan tersebut untuk Aji. Saat
setelah kegiatan itu berlangsung, Aji langsung membagikan Amplop kepada Ahmad,
Herdi, Rizky, Lia, Dila, Saskia, Titin, dan satu surat lagi untuk semua bantara
kelas XI. Namun surat tersebut tidak boleh dibacakan langsung saat itu juga,
surat itu boleh dibaca saat semua bantara kumpul rapat/setelah kegiatan Jum’at.
Keeseokan
harinya, terdapat kabar jika akan diadakan lomba pramuka penegak di suatu
Universitas di Majalengka, yang membuat semuanya kaget karena, ternyata 8 Anak
tersebut yang mengikuti perlombaan, sangat disayangkan keaktifan mereka yang
sebentar lagi akan diuji ternyata Aji tidak bisa mengikutinya dikarenakan dia
harus pindah sekolah. Namun mereka tidak putus semangat karena mereka berlomba
tanpa Aji, mereka masih terus bersama, dan saling menyakinkan bahwa mereka bisa
membuat bangga Aji dan semua teman-teman yang lain.
Akhirnya
mereka bisa mendapatkan Juara, mereka memborong banyak kejuaraan salah satu nya
Juara 1 dibidang Technology Sains yang paling meneganagkan, karena lomba itu proses nya sangat
panjang dan sulit, namun karena dilalui bersama maka semua
kesulitan berasa mudah. Dan kabar kemenangan
mereka langsung mereka sampaikan kepada Aji melalui video call yang mereka
lakukan saat mereka perjalanan pulang kesekolah.
Meskipun
saat ini Aji sudah pindah kesekolah lain, namun hubungan persahabatan mereka
masih terjalin dengan baik. Dan mereka juga masih sering saling bertukar informasi,
meskipun Aji sudah mendapatkan teman baru namun dia masih
mengingat sahabatnya yang ada disini, karena semua yang terekam oleh mata dan
sudah tersimpan didalam memori fikiran, takkan mudah terlupakan begitu saja.
Suatu
ketika pada saat acara Ulang Tahun
Ahmad, yang diadakan di Rumah Ahmad, yang diundang hanyalah sahabat
terdekatnya, mereka berpesta ria memanggang BBQ, hanya Lia dan Rizky yang belum
sampai
dirumah Ahmad, saat itu terjadi sebuah incident
kecelakaan antara sepeda motor yang dikendarai oleh Rizky dan Lia, saat
dipertigaan sepeda motor Rizky di serempet oleh mobil yang dikendarai seorang
pemabuk, risky terluka parah yang harus di larikan ke Rumah Sakit.
Lia
langsung mencari taksi dan membawa Rizky ke Rumah Sakit agar langsung bisa ditangani.
Saat itu persaan Lia sangat campur aduk, akhirnya Lia langsung menelfon Ahmad
dan menceritakan semua yang terjadi, setelah sampai dirumah sakit, Lia langsung
mengambil Hp Rizky dan menelfon orang tua Rizky, Lia sangat merasa bersalah
kepada Rizky, Lia selalu berdo’a agar Rizky baik-baik saja dan kembali sadar.
Tak lama kemudian sahabat-sahabat mereka sampai dirumah sakit dan langsung
menemui Lia, saat di temui Lia sedang duduk termenung di sudut ruangan sambil
menunggu kejaiban yang akan menghampiri Rizky agar Rizky dapat kembali seperti
semula.
Lia selalu setia menemani
Rizky sampai-sampai terkadang dia sendiri tidak memikirkan keadaan tubuhnya,
begitu setianya Lia menunggu kepulihan Rizky sampai membuat perasaan Ahmad
cemburu, namun Ahmad tetap tak memiliki keberanian tuk mengungkapkan
perasaannya, karena dia masih mengingat ucapannya ketika itu, Ahmad hanya bisa
diam tanpa kata yang terucap dan menatap kesetiaan Lia.
Tak disangka sudah 3 hari
Rizky tak sadarkan diri, namun Rizky masih belum sadar pula, ketika itu suasana
malam menjadi hening, sepi, sunyi, tentram, dan betapa bersyukurnya, akhirnya
saat itu Rizky mulai sadarkan diri dan nama yang pertama kali ia sebut adalah
Lia, karena yang ia ingat saat terakhir itu dia bersama Lia. Dokter langsung
memeriksa keadaan Rizky, dan Dokter mengatakan bahwa Rizky sudah lolos dari
masa koma nya, dan keesokan harinya Rizky dipindahkan ke ruang lain untuk
memulihkan keadaan Rizky.
Pagi hari ini udara begitu
sejuk dan sang raja siang muncul perlahan, hari ini Lia minta izin kepada
dokter untuk mengajak Rizky jalan-jalan melihat keadaan luar, karena sudah 3
hari Rizky hanya berada didalam ruang ICU, yang mungkin membuat Rizky jenuh.
Saat itu mereka berdua jalan-jalan sambil mengobrol, dan menikmati suasana pagi
ini, dan Lia mengajak Rizky ke taman untuk menikmati sinar dari sang raja yang
mulai mencapai puncaknya.
Saat itu tiba-tiba ada
Ahmad yang melihatnya, untuk menutupi kecemburuannya Ahmad langsung menemui
mereka dan bergabung dengan mereka, suasanapun menjadi sumringah, namun ada
seorang suster yang meminta agar Rizky bisa beristirahat kembali karena dia
baru sadar dari koma nya. Dan mereka membawa Rizky untuk memasuki ruangan
istirahatnya, suster menyuruh Lia dan Ahmad untuk menunggu didepan karena
suster mau check up keadaan Rizky kala itu, ketika Ahmad mencoba tuk berbicara
kepada Lia dia mengawali dengan dia menanyakan perasaan Lia tentang keadaan
Rizky, namun ketika ia ingin mengatakan perasaannya yang sesungguhnya ia tak
berani.
Keesokan harinya Rizky sudah
diizinkan untuk pulang, sejak saat itu kedekatan Lia dengan Rizky semakin
menjadi-jadi, yang membuat Ahmad semakin sakit hati, dan Ahmad berencana memberanikan diri tuk
mengungkapkan perasaannya, namun semua itu sia-sia ketika Ahmad ingin
mengungkapkan Lia dan Rizky sudah jadian terlebih dahulu. Dan itu membuat
persahabatan mereka yang tadinya baik-baik saja menjadi ada sedikit merenggang
Cuma masalah cinta segitiga Lia, Rizky, dan Ahmad. Lamban laun akhirnya Aji
mendengar kabar tersebut dan akhirnya Aji menyarankan agar sahabat-sahabat
mereka berkumpul jadi satu dan salah satu menelfon Aji dan suara Aji di
loudspeaker.
Saran Aji pun disanggupi
sahabat-sahabatnya, akhirnya mereka semua bergabung menjadi satu, dan
membicarakan hal ini kepada Aji, bersyukurnya akhirnya persahabatan mereka
kembali seperti semula, walaupun ada percintaan segitiga namun itu tidak
menjadi suatu permasalahan yang membuat persahabatan menjadi rusak.
Kaliwungu,
24 September 2015







0 komentar:
Posting Komentar