Jumat, 25 September 2015

Friend Story


Friend Story...

Pada suatu sekolah di SMAN 1 Batu Mabur, terdapat 8 Orang sahabat yang berasal dari sekolah yang berbeda” namun dipertemukan di sekolah ini, mereka adalah : Aji, Ahmad, Herdi, Rizky, Dhila, Lia, Saskia, dan Titin. Persahabatan mereka memang seperti Metamorfosis Kupu-kupu, mulai dari ulat menjadi Kupu-kupu. Namun ketika hampir menjadi kupu-kupu, aji malah di suruh pindah sama orang tuanya, yang membuat sahabatnya terkejut, karena mereka mengetahui kabar pindahnya aji bukan dari aji sendiri tapi dari orang lain, yang satu kelas sama aji.
Pertama kali mereka masuk ke sekolah tersebut, mereka berada di satu kelas saat MOPD, namun ketika sudah mulai penjurusan mereka menyebar dikelas” yang berada di SMAN 1 BATU MABUR. Namun hubungan persahabatan mereka masih tetap berjalan, apalagi dalam organisasi yang mereka masuki saat ini yaitu pramuka. Setiap Jum’at Siang, sebelum upacara pembukaan kegiatan pramuka, mereka selalu menyempatkan waktu untuk berkumpul, dan berbincang-bincang tentang materi yang akan diberi kakak bantara kepada mereka hari itu, dan tak jarang juga sambil menunggu waktu upacara, mereka mengerjakan tugas yang diberikan guru secara bersama.
Pada saat pengalihan jenjang dari penggalang ke tingkat penegak, kita tak punya waktu sedikitpun untuk berkumpul bersama karena kami saling sibuk mempersiapkan materi dan fisik kami. Namun setiap melaksanakan shalat tak sengaja kami selalu bertemu dan saling menyemangati satu sama lain, agar tak ada yang ngedroop. Seusai kegiatan pengalihan jenjang pun mereka langsung kembali kerumah mereka masing-masing karena kelelahan.
Namun Aji dan Ahmad, mereka tetap pulang bersama, dan ditengah perjalanan mereka sedikit berbincang, Ahmad mengatakan jika dia suka sama Lia, namun Ahmad tidak ingin mengungkapkan kepada Lia karena dia takut kalau nanti persahabatan mereka akan hancur, akhirnya Ahmad memutuskan untuk menyimpan perasaannya, hanya Aji lah yang mengetahui perasaan Ahmad kepada Lia.  Ketika Ahmad bercerita, Aji hanya bisa tertawa ketika mendengar cerita dari Ahmad, tak jelang waktu lama, akhirnya mereka berpisah dan menuju rumah masing- masing.
Mereka tak hanya aktif di pramuka, namun dalam hal pelajaran di sekolah mereka tidak tertinggal, karena mereka pandai membagi waktu mereka antara disekolah, organisasi, dan dirumah dan itu membutuhkan sebuah Komitmen yang besar. Akhirnya semua berjalan beriringan, dan saat pengumuman nilai kenaikan kelas pun, mereka mendapatkan nilai yang cukup memuaskan.
Pada saat pemantapan calon bantara pula, tak disangka merekapun memutuskan untuk mengikutinya karena mereka sudah jatuh cinta sama pramuka, namun saat pemantapan calon bantara kedua, Lia tidak bisa hadir dikarenakan dia sakit. Setelah kegiatan pun akhirnya mereka memutuskan untuk menjenguk Lia dirumahnya. Namun saat mereka sampai dirumah Lia, dia sedang periksa di dokter diantar ayahnya, sehingga mereka hanya bertemu dengan ibunya, namun karena mereka sudah lelah akhirnya mereka memutuskan untuk pulang, dan hanya menitipkan salam mereka di ibunya Lia.
Setelah mereka menjadi seorang penegak bantara, keakraban mereka semakin dekat dan mereka juga mencoba membaur dengan teman-teman yang lain, agar mempererat tali persaudaraan antar bantara. Kabar tentang kepindahan Aji pun mulai menyebar setelah ada informasi jika Aji mendapatkan Beasiswa di Sekolah Djarum Foundation, Bogor.  Sebenarnya Aji tidak mau untuk pindah kesekolah tersebut, dikarenakan Aji sudah nyaman dan memiliki banyak  teman di SMAN 1 Batu Mabur, namun bagaimana lagi ayah Aji, menginginkan yang terbaik untuk Aji, tak hanya itu tapi faktor ekonomi juga, yang akhirnya membuat Aji memutuskan untuk menikuti permintaan Ayahnya.
Saat kegiatan pertama mereka Musyawarah Ambalan, Aji tidak boleh hadir oleh ayahnya karena ayahnya takut kalau Aji kelelahan, yang akan membuat ke Bogornya ditunda, lebih baik Aji dirumah saja, begitu ujarnya.  Hal inilah yang membuat teman-teman bantara merapatkan perihal kepindahan Aji yang tak lama lagi, banyak sekali usulan tentang hal yang akan diberikan kepada Aji, hal yang bisa mengenangkan Aji namun tak membuat Aji bosan, setelah banya usulan yang masuk akhirnya diputuskan bahwa akan memberikan sebuah video yang berisikan ungkapan hati teman-teman. Untung saja saat HUT pramuka ke 57 kemarin, Aji diperbolehkan mengikuti kegiatan tersebut, yang membuat teman-temannya senang karena bisa melihatnya sebelum perpindahannya, dan bisa mengirimkan kenang-kenangan tersebut untuk Aji. Saat setelah kegiatan itu berlangsung, Aji langsung membagikan Amplop kepada Ahmad, Herdi, Rizky, Lia, Dila, Saskia, Titin, dan satu surat lagi untuk semua bantara kelas XI. Namun surat tersebut tidak boleh dibacakan langsung saat itu juga, surat itu boleh dibaca saat semua bantara kumpul rapat/setelah kegiatan Jum’at.
Keeseokan harinya, terdapat kabar jika akan diadakan lomba pramuka penegak di suatu Universitas di Majalengka, yang membuat semuanya kaget karena, ternyata 8 Anak tersebut yang mengikuti perlombaan, sangat disayangkan keaktifan mereka yang sebentar lagi akan diuji ternyata Aji tidak bisa mengikutinya dikarenakan dia harus pindah sekolah. Namun mereka tidak putus semangat karena mereka berlomba tanpa Aji, mereka masih terus bersama, dan saling menyakinkan bahwa mereka bisa membuat bangga Aji dan semua teman-teman yang lain.
Akhirnya mereka bisa mendapatkan Juara, mereka memborong banyak kejuaraan salah satu nya Juara 1 dibidang Technology Sains yang paling meneganagkan, karena lomba itu proses nya sangat panjang dan sulit, namun karena dilalui bersama maka semua kesulitan berasa mudah. Dan kabar kemenangan mereka langsung mereka sampaikan kepada Aji melalui video call yang mereka lakukan saat mereka perjalanan pulang kesekolah.
Meskipun saat ini Aji sudah pindah kesekolah lain, namun hubungan persahabatan mereka masih terjalin dengan baik. Dan mereka juga masih sering saling bertukar informasi, meskipun Aji sudah mendapatkan teman baru namun dia masih mengingat sahabatnya yang ada disini, karena semua yang terekam oleh mata dan sudah tersimpan didalam memori fikiran, takkan mudah terlupakan begitu saja.
Suatu ketika pada saat acara Ulang Tahun  Ahmad, yang diadakan di Rumah Ahmad, yang diundang hanyalah sahabat terdekatnya, mereka berpesta ria memanggang BBQ, hanya Lia dan Rizky yang belum sampai dirumah Ahmad, saat itu terjadi sebuah incident kecelakaan antara sepeda motor yang dikendarai oleh Rizky dan Lia, saat dipertigaan sepeda motor Rizky di serempet oleh mobil yang dikendarai seorang pemabuk, risky terluka parah yang harus di larikan ke Rumah Sakit.
Lia langsung mencari taksi dan membawa Rizky ke Rumah Sakit agar langsung bisa ditangani. Saat itu persaan Lia sangat campur aduk, akhirnya Lia langsung menelfon Ahmad dan menceritakan semua yang terjadi, setelah sampai dirumah sakit, Lia langsung mengambil Hp Rizky dan menelfon orang tua Rizky, Lia sangat merasa bersalah kepada Rizky, Lia selalu berdo’a agar Rizky baik-baik saja dan kembali sadar. Tak lama kemudian sahabat-sahabat mereka sampai dirumah sakit dan langsung menemui Lia, saat di temui Lia sedang duduk termenung di sudut ruangan sambil menunggu kejaiban yang akan menghampiri Rizky agar Rizky dapat kembali seperti semula.
Lia selalu setia menemani Rizky sampai-sampai terkadang dia sendiri tidak memikirkan keadaan tubuhnya, begitu setianya Lia menunggu kepulihan Rizky sampai membuat perasaan Ahmad cemburu, namun Ahmad tetap tak memiliki keberanian tuk mengungkapkan perasaannya, karena dia masih mengingat ucapannya ketika itu, Ahmad hanya bisa diam tanpa kata yang terucap dan menatap kesetiaan Lia.
Tak disangka sudah 3 hari Rizky tak sadarkan diri, namun Rizky masih belum sadar pula, ketika itu suasana malam menjadi hening, sepi, sunyi, tentram, dan betapa bersyukurnya, akhirnya saat itu Rizky mulai sadarkan diri dan nama yang pertama kali ia sebut adalah Lia, karena yang ia ingat saat terakhir itu dia bersama Lia. Dokter langsung memeriksa keadaan Rizky, dan Dokter mengatakan bahwa Rizky sudah lolos dari masa koma nya, dan keesokan harinya Rizky dipindahkan ke ruang lain untuk memulihkan keadaan Rizky.
Pagi hari ini udara begitu sejuk dan sang raja siang muncul perlahan, hari ini Lia minta izin kepada dokter untuk mengajak Rizky jalan-jalan melihat keadaan luar, karena sudah 3 hari Rizky hanya berada didalam ruang ICU, yang mungkin membuat Rizky jenuh. Saat itu mereka berdua jalan-jalan sambil mengobrol, dan menikmati suasana pagi ini, dan Lia mengajak Rizky ke taman untuk menikmati sinar dari sang raja yang mulai mencapai puncaknya.
Saat itu tiba-tiba ada Ahmad yang melihatnya, untuk menutupi kecemburuannya Ahmad langsung menemui mereka dan bergabung dengan mereka, suasanapun menjadi sumringah, namun ada seorang suster yang meminta agar Rizky bisa beristirahat kembali karena dia baru sadar dari koma nya. Dan mereka membawa Rizky untuk memasuki ruangan istirahatnya, suster menyuruh Lia dan Ahmad untuk menunggu didepan karena suster mau check up keadaan Rizky kala itu, ketika Ahmad mencoba tuk berbicara kepada Lia dia mengawali dengan dia menanyakan perasaan Lia tentang keadaan Rizky, namun ketika ia ingin mengatakan perasaannya yang sesungguhnya ia tak berani.
Keesokan harinya Rizky sudah diizinkan untuk pulang, sejak saat itu kedekatan Lia dengan Rizky semakin menjadi-jadi, yang membuat Ahmad semakin sakit hati, dan  Ahmad berencana memberanikan diri tuk mengungkapkan perasaannya, namun semua itu sia-sia ketika Ahmad ingin mengungkapkan Lia dan Rizky sudah jadian terlebih dahulu. Dan itu membuat persahabatan mereka yang tadinya baik-baik saja menjadi ada sedikit merenggang Cuma masalah cinta segitiga Lia, Rizky, dan Ahmad. Lamban laun akhirnya Aji mendengar kabar tersebut dan akhirnya Aji menyarankan agar sahabat-sahabat mereka berkumpul jadi satu dan salah satu menelfon Aji dan suara Aji di loudspeaker.
Saran Aji pun disanggupi sahabat-sahabatnya, akhirnya mereka semua bergabung menjadi satu, dan membicarakan hal ini kepada Aji, bersyukurnya akhirnya persahabatan mereka kembali seperti semula, walaupun ada percintaan segitiga namun itu tidak menjadi suatu permasalahan yang membuat persahabatan menjadi rusak.
                                                             
                                                          Kaliwungu, 24 September 2015

0 komentar:

Posting Komentar