Minggu, 01 Desember 2019
Peran Pembelajaran Fisika Untuk Revolusi Industri 4.0
08.53
No comments
Peran
Pembelajaran Fisika Untuk Revolusi Industri 4.0
Disusun oleh :
Almarratuz Zakiyah (1708066050)
Tiga abad tahun
terakhir, kehidupan manusia mengalami perkembangan dan perubahan secara terus menerus.
Revolusi industry menjadi sejarah perkembangan yang membuat kehidupan manusia
modern mengalami perubahan yang besifat membangun. Revolusi industry merupakan istilah
yang dipakai untuk menunjukkan adanya perubahan di bidang industri, seperti tenologi
dasar yang digunakan di pabrik berupa mesin-mesin yang berhasil diciptakan untuk
mempermudah pekerjaan manusia. Pada era sekarang ini dikenal dengan revolusi industri
4.0. Industri 4.0 dimulai pada awal tahun
2018 yang ditandai dengan system cyber –
physical. Era industri 4.0 mengharuskan manusia memiliki tingkat kreativitas
yang tinggi karena tingkat persaingan yang tinggi pula. Hal yang harus ditingkatkan
yaitu, sumber daya manusia dalam hal sains, teknologi, teknik dan matematika. Manusia
di era ini harus berinovasi agar tidak tertinggal oleh zaman. Cara yang dapat dilakukan
untuk meningkatkan sumber daya manusia yaitu melalui pendidikan. Melalui proses
pendidikan, diharapkan mampu untuk menuntun peserta didiknya untuk menjadi manusia
yang berkualitas sehingga mampu bersaing di era industri ini. Adanya revolusi industri
4.0 mengakibatkan terciptanya inovasi-inovasi
di bidang pedidikan, salah satunya yaitu fisika.Ciri industri 4.0 yaitu adanya inovasi-inovasi
baru yang dapat berkembang dan menyebar secara cepat dengan biaya yang sangat
minim, dan menyatukan beberapa bidang keilmuan yang dapat berpengaruh secara menyeluruh
pada berbagai aspek kehidupan manusia. Di
era sekarang ini, informasi-informasi yang dibutuhkan siswa dengan sangat mudah
untuk didapatkan. Guru bukanlah satu-satunya sumber infomasi yang dibutuhkan siswa.
Banyak model pembelajaran yang baru untuk menyesuaikan industri sekarang ini,
misalnya yaitu model pembelajarn STEM. Model pembelajaran STEM merupakan integrasi
dari beberapa cabang ilmu yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan di
dunia nyata. Pembelajaran STEM di mata pelajaran fisika diharapkan peserta didik
mampu untuk menghadapi lingkungan kerja yang dibutuhkan bukan hanya kemampuan berfikirnya
saja, melainkan dilihat dari segi psikomotorik dan afektifnya. Hal ini yang
kemudian menjadi hak yang penting dalam kemampuan di bidang sains dan penerapannya
di kehidupan masyarakat abad ke 21. Industri 4.0 membawa tantangan yang nyata bagi
peserta didik dan pendidik, mata pelajaran fisika untuk menciptakan generasi-generasi
yang aktif, kreatif dan penuh inovasi sehingga mampu bersaing pada tingkat
global.
Yuk Kenali Lebih Dekat Merencanakan Pembelajaran Fisika
07.03
No comments
ARTIKEL
YUK KENALI LEBIH DEKAT MENGENAI MERENCANAKAN PEMBELAJARAN FISIKA
Karya : Ghinayatul'Amalya (1708066036)
Karya : Ghinayatul'Amalya (1708066036)
Perencanaan pembelajaran merupakan catatan-catatan
penting yang harus dilakukan seorang guru dalam menyusun/mengelola proses
pembelajaran sesuai yang diinginkan. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh
seorang guru, sudah tertera di dalam sini. Sama halnya dengan pembuatan film, seseorang
scriptwriter yang membuat naskah/skenario, sutradara yang mengatur langkah demi
langkah sesuai dengan naskah, dan pemeran adalah orang yang memainkan peran,
dalam hal ini guru berada di posisi scriptwriter dan sutradara, guru mengatur,
memposisikan kegiatan pembelajaran agar mencapai tujuan pembelajaran yang
diinginkan.
Seperti yang dijelaskan oleh (Agian &
Pembelajaran, n.d.)
rencana pembelajaran merupakan penggalan-penggalan kegiatan yang perlu
dilalukan oleh guru pada tiap pertemuan, berisi tindakan yang dilakukan guru
untuk mencapai ketuntasan kompetensi agar proses pembelajaran lebih terarah,
berjalan efektif dan efisien. Namun perencanaan pembelajaran sendiri hendaknya
bersifat fleksibel, sehingga ketika terdapat permasalahan ditengah berjalannya
scenario pembelajaran, seorang guru dapat mengetahui solusi yang tepat.
Perumusan perencanaan pembelajaran sangat bergantung
dengan perumusan indikator pembelajaran, seperti perumusan kegiatan
pembelajaran, perumusan penilaian yang membuat seorang guru mengetahui hasil
dari perencanaan pembelajaran yang telah disusun. Penelitia yang dilakukan oleh
(Harianto, Hidayat,
& Koes, 2016)
terdapat 2% indikator pembelajaran yang melibatkan proses kognitif mencipta,
meski kenyataan tidak sesuai dengan tipe permasalahan pembelajaran, kegiatan
pembelajaran dan rencana penilaian.
Dalam kegiatan pembelajaran cenderung mengarah pada
kegiatan yang bersifat memahami suatu kerangka atau struktur-struktur suatu
materi pelajaran, meskipun dalam RPP yang menggunakan pendekatan saintifik (5M)
dengan mengasosiasi namun pada nyatanya lebih pada proses memahami, hal ini
berbeda dengan yang dimaksud 5 keterampilan pokok dalam menngembangkan
keterampilan berpikir kreatif, penggunaan soal lebih cenderung bersifat tes
dengan menggunakan soal-soal tertutup (close
–ended), belum ada yang menggunakan bentuk soal tes soal-soal terbuka (open – ended).
(Ii & Capital,
2007)
menuturkan jika dalam peristiwa mengajar dan belajar masih sering terjadi guru
lebih asyik menjelaskan materi pelajaran sedangkan siswa lebih asyik dengan
kegiatannya sendiri (melamun, mengantuk, dkk), hal ini belum dapat dikatakan
belajar, karena antara keduanya tidak terjadi interaksi. Bagi guru, yang
terpenting materi pelajaran telah disampaikan dengan baik, tidak perduli
bagaimana respon siswa yang diberikan materi pelajaran tersebut. Padahal
seharusnya, antara siswa dan guru melakukan interaksi di dalam kelas sehingga
tidak hanya materi yang tersampaikan, namun juga kedekatan dan kepercayaan
siswa ke guru terjalin dengan baik.
(Program studi pendidikan teknik informatika fakultas teknik universitas
negeri yogyakarta 2015, 2015) dalam hasil survey nya menunjukkan bahwa hambatan
yang dialami guru dalam pelaksanaan pembelajaran, 8% dikarenakan waktu/jam
pembelajaran produktif yang tidak dibuat system blok, 11% disebabkan waktu
dalam membuat RPP bagi guru sangat mepet karena pembuatannya bersamaan dengan
administrasi pembelajaran lainnya yang disusun di awal tahun, 17% disebabkan
guru kesulitan menentukan metode pembelajaran dan media yang digunakan, 31%
disebabkan kurangnya sumber buku mata pelajaran kurikulum 2013, 33% guru tidak
mengalami hambatan, dari hal ini.
Penelitian di atas menjelaskan jika ketika menjadi
seorang guru, harus menyempatkan waktunya dalam melengkapi administrasi
pembelajaran sebelum jatuh tempo, mencari banyak referensi mengenai metode,
model, strategi pembelajaran yang menarik, sehingga pembelajaran yang terfokus
pada siswa di kelas terlaksana dengan penggunaan waktu yang efisien,
pembelajaran lebih tertata, materi yang penting dan menjadi inti pada tiap
pertemuan, tersampaikan dengan baik.
Minggu, 06 Mei 2018
Tungku Tanpa Api
14.12
No comments
Senja
pun hampir hilang berganti rembulan, burung – burung berterbangan kembali ke
sangkarnya, pria itu gundah, di batas senja, murung wajahnya terpancar jelas,
setiap jengkal tubuh kurusnya lunglai menuju tempat singgahnya, tubuhnya mulai
merungkuk-tunduk serta tersebar aroma
kebimbangan.
Setiap
malam ia tak pernah tidur, tugas, makalah, serta laporan praktikum selalu
menghantuinya. Ia selalu kehilangan malam di setiap harinya kecuali saat tiada
peraktikum dan dosen meliburkan jadwal kuliah hari esok. “Bukan mentari pagi
yang ku inginkan !.” jerit hatinya. Rintih hati menatap cahaya kemuning hangat
yang menembus kamar melalui lubang ventilasi dan kaca jendela.
Mata
sayu itu kini banyak terpejam, aroma silver dari parfum yang menebar bersama
udara dalam ruang kelas tak lagi tercium. Dan yang tersisa kini hanyalah senyum
berbalut tatapan mati. Senyum gagah itu tak bergerak seperti dulu saat dia
masih menjadi siswa SMA.
Pemilik
mata sayu itu bernama Aziz, kini ia telah menyandang gelar Mahasiwa, jurusan
Fisika di sebuah Universitas ternama di Indonesia. Baginya keramaian di
sekelilingnya adalah kesuburan yang sepi dan mati.
Aziz
bukan ahli atau bisa dalam bidang fisika, dia diterima di Univertitas tersebut
di jurusan Fisika yang notabene-nya
adalah pilihan terakhir yang ia isi saat mendaftarkan diri. Namun, sejatinya ia
tak pernah menyukai mata pelajaran tersebut saat di tingkat pendidikan SMA.
Awalnya
dia tidak minat dalam fisika, namun karena tekat belajarnya yang begitu kuat.
Akhrinya, ia ambil jurusan tempat dia diterima tersebut, dengan harapan ia akan
masuk ke dalam jurusan lain pada tahun berikutnya.
*
Muna
teman sekelas Aziz dari SMA berjalan menuju tempat duduknya dan berkata, “Apa
yang membuatmu begini, ziz?. Andai saja aku tau…”, “ Aku salah jurusan mumun!!”
ungkap Aziz. “Salah jurusan! Itu hal biasa dalam masa transisi/peralihan
seperti ini ziz, kamu harus semangat, ingat orang tuamu sudah bersusah payah,
hingga kamu sampai sini.!”. balas Muna dengan nada yang sama tingginya. “Kamu
mau membantuku atau hanya mau menambah beban fikirku??”. Cetus Aziz. Lalu Muna
pun hanya tertunduk diam, dan Aziz mulai memelankan suaranya, “Sudahlah Mumun,
kamu jangan menambah beban fikiranku.” Lalu mereka berdua duduk bersama dan
saling diam.
Setelah
kejadian itu Muna tak pernah menemui Aziz, begitu pula sebaliknya. Hal ini berlangsung cukup lama, bahkan mereka
hampir tak pernah bersua satu-sama lainnya, meskipun satu kelas.
Ujian
Akhir Semester dua tinggal sebulan lagi, serta saat itu pembahasan dan
pembicaraan tentang SBMPTN pun tengah gencar-gencarnya di khalayak Mahasiswa
yang punya niatan untuk pindah ke kampus lain. Hal ini adalah salah satu momen
yang sudah Aziz tunggu, serta ia siapkan sejak lama. Di dalam kelas fisikanya
hanya dia yang mengikuti SBMPTN , ketika tiba saat pengumuman, ternyata dia gagal
ditahun ini.
Dia
pun kembali ke kelas dengan wajah murung, langkah lunglainya, menerima
kenyataan bahwa dia tak lolos ditahun ini. Munapun kembali merasa greget
melihatnya menjadi lebih parah dari dulu, pada akhirnya, Muna menemui Aziz
dengan harapan ingin memberi semangat untuknya, namun malah kembali terulang
percekcokan diantara keduanya yang tak terkendalikan, akan tetapi percekcokan
kali ini Muna lah yang lebih keras kepada Azizz. “Kau ini memang keras kepala”
tutur Muna ketika sudah tidak tau lagi harus bagaimana, lalu Muna meninggalkan Aziz
seorang diri.
Aziz
duduk dan termenung, terdiam sepi, memikirkan ungkapan yang telah diungkapan
teman lamanya itu (Muna) selama ini, seperti tentang kedua orangtua Aziz yang
telah bersusah payah demi masa depannya, dan dia juga tersadar bahwa Munalah
yang selama ini perduli terhadap dirinya.
Namun
tiba disaat Aziz mulai tersadar, bahwa ia telah jatuh hati kepada teman lamanya
tersebut. Bahkan meski ia telah jatuh hati kepada temannya, ia tak pernah
berjumpa baik, dengannya karena percekcokan yang sering terjadi diantara mereka.
Hingga suatu ketika Aziz melihat Muna,
sedang berbincang mesra dengan orang lain, yang menyebabkan Aziz kembali
terpuruk, dan menyesali semua yang telah terjadi, seharusnya ia tak menjatuhkan
hati kepada Muna, hanya karena merasa selama ini hanya Munalah yang peduli,seharusnya
ia menjatuhkan hati kepada Sang Pembolak-balik
Hati dengan rasa ikhlas serta
pasrah, sepasrah-pasrahnya mahluk terhadap pencipta-Nya.
Setelah
kejadian itu Aziz pun bersemangat kembali, dia selalu memulai langkahnya dengan
sebuah tekad bahwa akan ditaklukkannya fisika kini. Aziz pun telah mengubur
dalam perasaannya untuk teman lamanya, serta bertekad tak akan
mengungkapkannya, dengan cara tidak menemui Muna untuk saat ini.
Pada
suatu pagi hari di awal semester tiga, dengan gagah Aziz melangkahkan kakinya
menuju kelas, dengan senyum mengembang serta aroma silver yang melekat pada
tubuhnya ia bertekad untuk terus mempelajari fisika dan menuntaskan studinya
dengan baik, seperti yang telah Tuhan takdirkan dalam jalan hidupnya.
Rabu, 22 Februari 2017
Tentangku
06.09
No comments
Hai readers, perkenalkan namaku Lia aku anak kedua dan terakhir, aku memilki seorang kakak laki-laki aku sangat bangga memiliki kakak sepertinya, aku dengannya hanya terpaut jarak usia 14 bulan jarak yang sangat dekat ya banyak juga yang mengatakan aku mirip dengannya, hadeeh jadi cerita soal kakak, maaf yah.
Sekarang aku akan mengenalkan sosok diriku pada kalian nih, banyak yang bertanya apa motivasiku menjadi seorang blogger dan mengupload cerpen, itu sih pertanyaan yang cukup sulit bagiku karena aku awalnya hanya ikutan ekskul komputer materi desain grafis dan web, dalam ekskul itu memiliki banyak materi dan salah satunya membahas blog, yah mau bagaimana lagi aku harus membuat blog, namun saat ini aku sudah memiliki sebuah pandangan mengenai blog jadi aku sudah menentukan jika motivasiku adalah menjadikan blog ini lebih baik lagi, lebih indah, lebih kreatif, dan membuat cerita yang semoga sih mampu membuat kalian BAPER.. Hehehew.
Sebisa mungkin aku akan lebih aktif upload cerita" yang aku karang sendiri dengan kalimat yang awalnya sederhana namun seiring berjalannya waktu akan menjadi lebih baik dan indah sehingga membawa kalian semua mendalami cerita yang aku buat, yuhuuu.
Aku memilih cerpen juga ada alasannya loh, mau tau?? eng ing eng....
Jadi alasannya tuh aku memang suka nulis gaje gaje gitu, dan menurutku cerita hidupku udah seperti drama di sinetron-sinetron anak remaja sekarang, jadi aku lanjutin aja nulis cerita" pendek keseharianku, tentang persahabatan, percintaan dan lainnya. Semoga aja cerita yang aku buat menjadikan kalian juga lebih semangat menulis.
Kesimpulannya Jadi untuk kalian disana yang nggak tau harus ngapain, boring, kalian coba aja menulis kalian tuangkan segalanya dalam sebuah karangan yang mungkin suatu hari nanti yang mampu membuat kalian teringat dengan pengalaman kalian, kesimpulannya aja panjang yah wkwk intinya jangan ragu/malu untuk menulis pengalaman kalian readers.
Selasa, 16 Agustus 2016
MASA INDAH PRAMUKA
21.21
No comments
Drama musikal ini adalah sebuah karangan fiksi, tidak bermaksud menyinggung siapapun dan apabila ada kesamaan nama, tempat, dan peristiwa mohon di maafkan karena unsur ketidak sengajaan dan drama ini mengandung pesan moral yang dapat diambil oleh orang yang menontonnya dengan hati terbuka
MASA INDAH PRAMUKA
Disebuah
sekolah modern, ada sekumpulan anak dewan kerja Ambalan yang baru saja menjabat
namun mereka belum kenal satu sama lain. Saat kegiatan pramuka tiba” Pembina
memberi perintah kepada Johan selaku pradana terpilih saat itu.
Pembina : Hei, Johan sini
sini.
Johan : Iya bu, ada yang bisa saya bantu.
Pembina : Hari ini tolong
informasikan kepada dewan untuk membuat proposal menginap disekolahan,
memperingati hari pramuka ke 55 besok minggu.
Johan : Siap saya
laksanakan.
Tanpa
berfikir panjang setelah pulang sekolah langsung menemui teman”nya dan
memberikan informasi tentang kegiatan yang akan diselenggarakan, namun ketika
Johan menginformasikan ada salah satu temannya yang berfikir kritis menanyakan
konsep kegiatan yang diberikan Pembina,
Tere : Jo, saya ingin
menanyakan maksud dari Pembina memberi perintah kita, membuat proposal dalam waktu sesempit itu, dan
apakah kita mampu, apakah Ibu kepsek akan mengizinkan kegiatan itu?, siapa saja
yang akan mendampingi kita saat itu.
Johan : Waduh Aku
Blenk, Aku Blenk, Aku Blenk. Aku tak bertanya hal itu, karena aku Suemangat
dengan kegiatan dari Pembina.
Nana : Usul sayabegini saja, sekarang kita buat saja dulu proposal izin
menginap besok saja kita tanyakan kepada Pembina, Bagaimana gengs?
Dewan
: Ya SETUJU. (Semua)
Keesokan
harinya mereka membawa proposal dan menemui pembinanya di ruangan, untuk
menanyakan maksud dari kegiatan itu.
Johan : Maaf sebelumnya
bu, kemarin saya lupa menanyakan maksud ibu mengadakan kegiatan menginap
disekolah, dan apa saja yang akan kita lakukan disekolah selama menginap.
Pembina : Emm, apa kalian
sudah membuat proposalnya?
Nana : Sudah bu ini proposalnya.
Pembina : Baiklah saya
cek dulu………
Setelah
beberapa detik lamanya.
Pembina : Kerja bagus,
sekarang proposal ini diajukan kepada Ibu kepala sekolah, saya mau ada urusan.
Johan : Baiklah bu.
Saat
itu mereka langsung menuju ke ruang kepsek dan mengajukan proposal tersebut.
Johan : Bu kami mau mengajukan proposal permohonan
izin menginap ini.
Kepsek : Oke, ini
kegiatannya apa aja selama menginap?, yang bertanggung jawab di kegiatan ini
siapa?,
Sekertika
mereka terdiam…
Nana : Begini bu, kegiatan tersebut yang mengadakan Pembina kita untuk memperingati hari pramuka dan yang
bertanggung jawab beliau.
Kepsek : Yasudah ini
saya setujui, semoga kegiatannya lancar dan berkah.
Setelah
itu Johan dan Nana pun kembali ke ruang Pembina, untuk memberitahu bahwa
kegiatan tersebut sudah di izinkan Ibu kepsek.
Nana : Bu, ini proposalnya sudah diajukan dan besok tinggal
pelaksanaannya, kira” perlengkapan yang harus dibawa apa saja.
Pembina : Yaps oke, besok
kalian harus membawa seragam pramuka ganti, kayu, lilin, obor, minyak tanah,
dan jangan lupa bahan masakan, sekarang kalian bisa kembali ke kelas.
Nana
dan Johan pun kembali kekelasnya dan setelah pulang sekolah mereka berkumpul di ruang pramuka untuk menginformasikan kepada
teman” tentang perlengkapan,.
Tere : Jo, sudah
mendapatkan jawaban dari hal yang aku tanyakan kemarin belum?
Johan : Haduhhh, maaf
ya tere aku sudah bertanya tapi tak dijawab oleh Pembina dan aku tak
menanyakannya lagi tadi
Tere : Yasudahlah,
terus tadi dapet informasi apa saja?
Nana : Besok membawa seragam pramuka ganti, kayu, lilin, obor, minyak
tanah, dan jangan lupa bahan masakan.
Nita : Bahan
masakannya apa saja nih
Salma :
Kita bawa saja kentang, ketela, beras, sama sayur bagaimana?
Jessy : Ide
bagus sob, aku setuju selain irit sekali makan kita langsung kenyang, Jos
Gandos tenan.
Keesokan
harinya mereka barangkat untuk menginap, dan langsung berkumpul di lapangan.
Pembina : Sekarang kita
jalan kaki menuju pantai desa sebelah.
Dewan
: Baik bu.
Di
pantai itu mereka langsung melaksanakan tugas membersihkan pesisir pantai dari
sampah, setelah bersih mereka duduk di tepi pantai sambil bersenda gurau.
Pembina : Bagaimana apa
kalian senang?
Angga
: Asal ibu senang saya senang .
Pembina : Wah kamu itu,
bisa saja. Hahahaaa daripada ngaco gini kita nyanyi saja ayooo.
(FORMASI LAGU KEMESRAAN-IWAN
FALS)
Setelah
bernyanyi sambil melepas penat mereka langsung kembali kesekolah, dan tiba
disekolah sudah memasuki waktu sore dan mereka langsung bersih” diri dan menyiapkan
acara selanjutnya.
Nana : Jo nanti malam ada Upacara api unggun ya?
Johan : Iya na, kamu
mau menampilkan sesuatu?.
Nana : Enggak kok aku senang aja kalo di pramuka itu bisa ikut api unggun,
kamu sendiri apa mau menampilkan sesuatu jo?.
Johan : Enggak juga
sih, tapi nanti setelah upacara api unggun aku mau ngomong sama kamu na.
Nana : Emm, ngomong sekarang aja jo ngapain nunggu nanti,
Johan : Nanti sajalah,
ayo kita ke lapangan berkumpul sama teman”
Mereka
langsung berkumpul dengan teman” mempersiapkan upacara api unggun. Sesaat
setelah upacara api unggunnya selesai, Nana bersama Tere menemui Johan
Nana : Tadi kamu mau ngomong apa Jo?
Tere : Wah jangan”
disini ada cinlok ya, gara” kalian sering bareng, aku mau ke toilet dulu yah, panggilan alam
bersamaku saat ini
Johan : Hebat Tere bisa
menebak fikiranku,(dalam batin johan)
Nana : Maksudnya apa jo?
Johan : Aku mau ngomong
kalo aku suka sama kamu na, karena kita sering bersama menemui Pembina dan kamu
memberi banyak pencerahan untukku, kamu mau gak jadi pacar ku?
Nana : Maaf ya jo, kita kan baru jadi dewan kita juga belum kenal dekat
sama semuanya, jadi kamu tunggu ya jawabanku saat setelah kita sudah tak lagi
menjabat dewan agar kinerja kita di Ambalan ini.
Johan : Baiklah, na aku
akan menunggu mu.
(
FORMASI CINTA SEBATAS PATOK TENDA )
Setelah
itu mereka kembali ke ruang transit masing” dan beristirahat untuk kegiatan
esok hari.
Senin, 28 September 2015
aku kehilangan radarku
09.00
No comments
Aku Kehilangan Radarku
“Sial, mau jadi apa aku esok bila masih belum dapat memejamkan mataku” gumamku dalam hati.
Aku memutar badanku ke sebelah kanan ranjang mungilku. Mataku berlari-lari mencari sesuatu yang aku sendiri tak tahu apa itu jelasnya. Sejenak, mataku berhenti menatap nanar sebuah boneka. Boneka monyet berwarna cokelat itu tertata rapi di atas meja belajarku. Khayalku terbang melambung setinggi angkasa, mengingat setiap kenangan yang terukir bersama boneka itu. Aku masih ingat betul kejadian itu, kejadian dimana aku harus kehilangan Uranusku.
“Pergi!!! Jangan lagi hubungi aku!” bentakku pada lelaki sipit itu. Berkali-kali kucoba melepaskan genggaman tangannya yang begitu pekik menahan tanganku. Aku merasakan tangan itu gemetar dan berkeringat. Sekali lagi aku menarik tanganku begitu keras. Ku lempar boneka monyet pemberiannya yang tergeletak di atas ranjang kamarku. Akalku tak lagi berfungsi. Emosiku kala itu menghancurkan logika dan ribuan sayangku padanya. Bagaimana tidak? Perempuan mana yang tak sakit hatinya mendapati sang kekasih masih menjalin komunikasi yang begitu akrab dengan mantan kekasihnya dulu?
Nampaknya ia sudah putus asa memberikan ribuan penjelasan padaku. Ia menundukkan kepalanya, menatapku sejenak dan mencium keningku. Sejenak air mataku menetes, butiran-butiran mutiara itu meleleh bak terkena semburan lava panas merapi. Ia membalikkan tubuhnya, berjalan meninggalkan kamarku yang dingin oleh air conditioner itu. Perlahan namun pasti punggung itu berjalan menjauh dariku. Makin lama makin kuat hatiku merasakan sakit. Mungkin aku memang harus mendengarkan penjelasannya tadi. Aku menyesal. Ku banting pintu kamarku sekeras mungkin, menguncinya dan membiarkan ribuan mili air mataku jatuh membasahi pipi.
Singkat cerita, sejak kejadian malam itu, aku tak lagi menghubungi Rafi, walau ku tau ponselku tak berhenti berdering semalam suntuk. Hingga sebuah kecelakan maut itu terjadi padaku. Mobil sedanku menabrak sebuah truk esok paginya. Kejadian itu merenggut semua yang ku miliki. Bahkan mataku. Aku tak lagi dapat melihat. Tak ada lagi sinar rembulan yang mampu ku tatap di setiap malam. Semuanya terasa begitu gelap. Dalam gelap, Rafi tetap bersamaku. Ia menemaniku menghabiskan ratusan malam yang gelap. Bahkan di saat semua orang menjauhiku dan menghujatku, hanya Rafi, Bunda, Ayah dan beberapa sahabat yang masih mau menopangku untuk tetap bangkit, berdiri dan melanjutkan hidup. Enam bulan sudah aku buta, menunggu orang-orang dermawan yang mau menyumbangkan matanya untukku.
Hingga akhirnya aku mendapatkan pendonor yang mau membantuku. Pagi itu aku siap menjalani operasi. Semua hadir untuk memberikan semangat padaku. Ayah, Bunda, Raisa, Chandra serta Nenek. Hanya Rafi yang tak nampak hari itu. Biarlah, mungkin ia sibuk. Aku tak lagi sabar untuk kembali melihat keindahan alam semesta ini. Melihat senyum manis yang terukir di bibir mungil Bunda dan Ayah, menatap mata sipit Rafi serta menyaksikan kekonyolan Chandra serta Raisa. Tunggu aku kawan. Operasiku berjalan lancar. Bahkan setelah 2 hari setelah operasi aku sudah dapat melihat dengan baik. Namun aku belum juga melihat Rafi. Ia belum menampakkan batang hidungnya di depan mukaku. Kemana dia? Hei, aku merindukan senyummu. Berkali-kali ku tanyakan keberadaannya kepada Bunda, namun Bunda hanya diam dalam senyumnya, begitu pula dengan Ayah dan sahabat-sahabatku. Baiklah, aku mulai kecewa padanya.
Seminggu setelah operasi, Rafi masih menghilang. Ke mana Uranusku? Ke mana perginya manusia itu? Sejenak aku terdiam mengingat pertengkaran terakhirku bersamanya. Apa mungkin ia benar-benar kecewa dengan perbuatanku malam itu? Baiklah, aku salah. Seharusnya ku biarkan saja Rafi memberikan penjelasannya padaku. Rasa menyesal itu melahirkan ide manis untuk memberikan sedikit kejutan padanya. Ku injak pedal gas mobilku dan meluncur menuju sebuah toko kue di dekat rumahku. Aku memang tak pandai memilih kue, tapi yang ku tahu, Rafi menyukai rasa lemon, sehingga ku beli saja sebuah tart lemon bertuliskan ucapan maafku di atasnya. Seusai itu, aku kembali menginjak pedal gas mobilku. Ku luncurkan sedan itu kesebuah rumah di kawasan elit, Kelapa Gading. “Aku harus meminta maaf pada Rafi” ucapku dalam hati.
Dari kejauhan ku lihat beberapa karangan bunga tertata rapi di depan rumah berpagar emas itu. Jantungku berdegup kencang, aliran darahku terasa begitu cepat, pikiranku tak karuan saat itu. Sial, aku panik, begitu panik hingga ku biarkan saja mobilku berhenti di depan pagar emas itu. Ku buka pintu mobilku dengan menenteng sekotak tart lemon yang hendak ku berikan pada Rafi.
Tunggu! Ini aneh, ada yang salah dengan ini semua. Karangan bunga itu mulai mengering dengan ucapan berduka atas kepergian seseorang. Siapa yang meninggal? Mamanya? Papanya? Atau adiknya? Ku cepatkan langkah kakiku. Itu pak Ilham! Aku menghampiri lelaki paruh baya yang mengenakan pakaian satpam lengkap itu.
“Pak, ada Rafi?” tanyaku mencoba buta akan keadaan.
“Mas Rafi? Aduh mbak, memang mbak belum tahu?”
“Tahu apa?” tanyaku semakin tak enak.
“Ini mbak Meli toh?” tanya pak Ilham dengan logat jawanya yang khas.
“Iya pak. Ada apa memangnya?” tanyaku kesal.
“Mbak.. maaf ya kalau pak Ilham lancang. Mas Rafi sudah nggak ada sejak bulan lalu. Sudah lama” ucapan pak Ilham itu bagai petir di siang bolong.
Aku menjatuhkan tart lemon yang baru saja ku beli. Ku lajukan mobil sedan merahku kembali ke rumah. Ku buka pintu kamar Bunda dan membiarkan emosiku meledak-ledak dengan tetesan air mata yang tak tertahankan.
“Bunda! Kenapa Bunda nggak bilang sama aku?” tanyaku.
“Lalu mata ini? ini mata siapa Bunda?” tanyaku berteriak.
“Tenang sayang tenang.. Bunda nggak bermaksud bohong, Rafi memang sudah tidak ada. Kamu tahu? Sudah sebulan ini ia mengidap kanker darah, pengobatan itu membuatnya menyerah dan menutup matanya. Mata itu milik Rafi. Ia yang memaksa orangtuanya mendonorkan mata untukmu” Aku terhenyak.
—
Lagi, air mataku menetes. Ku ambil boneka cokelat itu, ku letakkan dalam dekapanku. Ku langkahkan kakiku menuju taman belakang rumah. Membiarkan tubuhku melemas di atas gazebo kayu itu. Menatap nanar sang rembulan dan bintang yang begitu indah. Kali ini aku sudah terisak. Tuhan Aku kehilangan separuh jiwaku, aku kehilangan sebagian hidupku. Sungguh, rasanya ingin ku ulang waktu, datang dan kembali ke malam itu. Ingin rasanya ku bungkam mulut manisnya dan membiarkan ragaku jatuh dalam hangat dekapnya. Andai ku tahu akan seperti ini akhirnya, aku tak mau berkelahi dengannya. Aku tak mau mengusirnya ke luar dari rumahku.
Tuhan teganya Kau padaku. Teganya kau ambil separuh napasku. Jika boleh memilih, lebih baik kau butakan mataku seumur hidup, daripada kau ambil dirinya. Sungguh, aku masih mau melihat mata itu, mata sipit yang selalu menusuk tajam ke dalam mataku. Aku masih mau memandang senyum manisnya. Aku masih mau mendekap tubuh mungilnya. Aku masih mau merasakan kecupan mesranya, bahkan aku masih mau merasakan genggaman tangannya.
Malam-malam terasa begitu dingin tanpa kehadiranmu. Hujan-hujan terasa begitu menakutkan tanpa kehadiranmu. Aku menyesal. Aku menyesal telah menutup mata ini cukup lama, membaringkan tubuhku di ranjang rumah sakit tanpa tahu kau begitu menderita tanpaku. Bahkan dalam keadaan sakit pun aku masih saja menyusahkanmu. Uranus, kini panggilanmu itu benar-benar memiliki makna untukku. Aku dingin sedingin Uranus.
Aku hampa sehampa Uranus, bahkan aku tak terkendali layaknya Uranus. Ku lihat bintang tak seindah biasanya, ku lihat rembulan tak seanggun biasanya, bahkan langit tak sekokoh malam-malam sebelumnya. Aku melihat angkasa malam, lalu mengangkat ibu jari serta telunjukku di atas kepala dengan bodohnya, memancarkan radar Uranus yang biasa kita lakukan. Air mataku menetes. Kini ku sadari, tak akan ada lagi radar Uranus yang kau berikan untukku di setiap malam ketika kita melihat rembulan dan bintang-bintang di langit. Tuhan, Aku kehilangan radarku.
Jumat, 25 September 2015
Friend Forever
22.51
No comments
Disana terlihat dua orang anak perempuan yang kelihatan bahagia. Mereka tertawa dan bercanda berdua. Ternyata mereka berdua adalah sahabat. Mereka berdua mernama Adell dan Airin. Mereka takkan terpisahkan. Adell dan airin sudah saling kenal sejak kecil. Mereka berdua tdk pernah terpisah. Mereka sekelas bahkan satu bangku.
Pagi harinya di sekolah…
“Rin……” sapa Adell. Tapi yang biasanya mereka sangat akrab, sekarang berubah terbalik. Airin tidak menjawab sapaan Adell. Dia hanya pergi menjauh dari Adell sambil merintih seperti menangisi sesuatu. Adell sangat bingung, airin adalah sahabat nya tapi mengapa dia berubah menjauhi Adell.
Dikelas
mereka berdua hanya diam diaman. Airin hanya memandangi wajah Adel
dengan mata yang berkaca kaca. Saat Adell menyapanya, dia hanya
meneteskan air mata. Dia gak mau bicara apa masalah nya, padahan Adell
itu sahabatnya. Hingga suatu hari bangku Airin kosong, dia pindah ke
bangku dipojok kelas yang jauh Dari Adell. Apa yang terjadi dengan nya?.
Dia bukan Airin yang seperti biasanya.
Apakah Airin marah pada Adel?. Tapi gak mungkin. Soalnya Adel itu sahabatnya. Adell gak mau sahabat satu satunya pergi.
Adell takut Airin arah padanya. Adelpun meletakkan secarik surat kecil di depan rumah Airin. Surat itu tertulis…….
Airin….. kamu marah ya sama aku. Kalo aku salah bilang aja aku bakal minta maaf sama kamu. Sorry ya sebagai sahabat aku gak bias jadi seperti yang kamu inginkan. Kalo kamu udah gak mau jadi sahabatku lagi aku gak bakal marah, tapi hati kecilku ini tetap sedih kalo kamu gak mau jadi sahabatku lagi. Kuharap kamu cepat membalasnya
Dari Adell
Adell selalu memeriksa kotak surat di depan rumah nya, berharap ada surat balasan dari Airin. Tapi hasilnya selalu nihil. Gak ada satu surat pun di kotak surat tua itu. Adell sudah tak sanggup menunggu lagi. Dimalam yang dingin ini dia langsung berjalan cepat menuju rumah Airin. Adell tak bisa berhenti sebelum sampai di rumah Airin. Tiba tiba langkah nya berhenti mendadak tepat di tujun nya, rumah Airin. Adell melihat Airin sedang menangis di depan jendela sambil memegang surat dari Adell. Disitu terlihat Adell kebingungan, kenapa Airin nangis baca surat dari Adell???.
“Airin……..”teriak Adell dari depan rumah Airin. Tapi disitu Airin malah pergi. Dan tak terlihat lagi Airin di depan jendela. Adell pun pergi dengan langkah pelannya dan sekali kali menoleh ke belakang mengharapkan Airin keluar dari rumah nya.
Keesokan harinya, di papan absen tertulis nama “Airin”. Adell pun menoleh kearah bangku Airin yang jauh darinya. Ternyata benar, Airin gak masuk. Sekarang di hari hari Adell udah gak ada canda dan tawa lagi bersama Airin. Mungkin Airin “udah punya sahabat yang lebih baik dari ku”pikir Adell.
Adell sangat tidak bersemangat melangkah pulang kerumah nya. Biasanya Adell pulang sama Airin. Sekarang Adell hanya sendrian. Disitu terlihat Adell sudah hampir meneteskan air mata kesepian.
Sesampainya di rumah, Adell melihat ada surat di dalam kotak surat depam rumahnya. Adell pun membuka kotak surat tua itu perlahan lahan, dan mengambil surat di dalam nya. Disitu Adell sangat terkejut, itu surat dari Airin.
Apakah Airin marah pada Adel?. Tapi gak mungkin. Soalnya Adel itu sahabatnya. Adell gak mau sahabat satu satunya pergi.
Adell takut Airin arah padanya. Adelpun meletakkan secarik surat kecil di depan rumah Airin. Surat itu tertulis…….
Airin….. kamu marah ya sama aku. Kalo aku salah bilang aja aku bakal minta maaf sama kamu. Sorry ya sebagai sahabat aku gak bias jadi seperti yang kamu inginkan. Kalo kamu udah gak mau jadi sahabatku lagi aku gak bakal marah, tapi hati kecilku ini tetap sedih kalo kamu gak mau jadi sahabatku lagi. Kuharap kamu cepat membalasnya
Dari Adell
Adell selalu memeriksa kotak surat di depan rumah nya, berharap ada surat balasan dari Airin. Tapi hasilnya selalu nihil. Gak ada satu surat pun di kotak surat tua itu. Adell sudah tak sanggup menunggu lagi. Dimalam yang dingin ini dia langsung berjalan cepat menuju rumah Airin. Adell tak bisa berhenti sebelum sampai di rumah Airin. Tiba tiba langkah nya berhenti mendadak tepat di tujun nya, rumah Airin. Adell melihat Airin sedang menangis di depan jendela sambil memegang surat dari Adell. Disitu terlihat Adell kebingungan, kenapa Airin nangis baca surat dari Adell???.
“Airin……..”teriak Adell dari depan rumah Airin. Tapi disitu Airin malah pergi. Dan tak terlihat lagi Airin di depan jendela. Adell pun pergi dengan langkah pelannya dan sekali kali menoleh ke belakang mengharapkan Airin keluar dari rumah nya.
Keesokan harinya, di papan absen tertulis nama “Airin”. Adell pun menoleh kearah bangku Airin yang jauh darinya. Ternyata benar, Airin gak masuk. Sekarang di hari hari Adell udah gak ada canda dan tawa lagi bersama Airin. Mungkin Airin “udah punya sahabat yang lebih baik dari ku”pikir Adell.
Adell sangat tidak bersemangat melangkah pulang kerumah nya. Biasanya Adell pulang sama Airin. Sekarang Adell hanya sendrian. Disitu terlihat Adell sudah hampir meneteskan air mata kesepian.
Sesampainya di rumah, Adell melihat ada surat di dalam kotak surat depam rumahnya. Adell pun membuka kotak surat tua itu perlahan lahan, dan mengambil surat di dalam nya. Disitu Adell sangat terkejut, itu surat dari Airin.
Surat itu tertulis……
Maaf ya Dell, Aku bukan gak mau jadi sahabat kamu lagi. Cuma setiap aku ngeliat kamu, rasanya pengen nangis. Aku bakal pergi ke luar kota. Aku sedih setiap ngeliat kamu, soalnya kita bakal berpisah lama. Mungkin kalo sudah satu tahun aku pergi kamu bias jemput sku di bandara, itu juga kalo kamu gak lupa sama aku. Bentar lagi aku mau berangkat ke bandara, selamat tinggal
Dari Airin
Belum sempat Adell ganti baju, Adell langsung lari ke rumah Airin. Adell lihat, rumah Airin kosang. Tiba tiba terdengat suara mobil. Suara mobil itu terdengar dari garasi Airin. Tiba tiba mobil Airin keluar dari garasi dan didalam nya ada Airin yang melambaikan tangan pada Adell. “Selamat tinggal Adell, semoga satu tahun kedepan kita masih bias bertemu” teriak Airin semakin mengecil.
Semejak itu Adell sering terlihat menyendiri. Adell terlihat kesepian tanpa Airin yang biasa menemani nya. Adell tak sabar satu tahun berlalu. Hingga penantiannya pun tercapai. Sudah satu tahun berlalu. Tidak lupa Adall segera menuju bandara. Adell terus menunggu tanpa ada kata lelah. Waktupun terus berjalan, sudah dua puluh empat jam Adell menunggu, tapi gak ada tenda tanda dari Airin.
Keluarga Adell udah kebingungan mencari Adell. Semua tempat kesukaan Adell udah di cari, tapi Adell tetap gak ketemu. Orang tua Adell gak berfikir mencari Adell ke bandara.
Tiga hari tiga malan Adell menunggu. Hingga Akhirnya Adell putus asa. “mungkin Airin udah gak mau kembali lagi” pikir Adell. Dengan langkah kecilnya Adell pun mencoba berjalan pulang. Dengan sedikit tenaga yang Adell miliki, akhirnya Adell bias pulang. Adell langsung disambut senang oleh keluarganya.
“Sayang… kamu kemana aja? Kok gak pulang pulang?? Mama ambilin teh ya??” Tanya mama bertubi tubi. Adell hanya bias menganggukkan kepala. Beberapa menit kemudian mama datang dengan memegang secangkir teh. Tapi, tiba tiba teh itu terjatuh. Disitu Adell sudah tergeletak di lantai. “sayang….sayang bangun kamu kenapa?”ucap mama kebingungan. Ternyata Adell udah gak ada. “Adell jangan tinggalin mama, mama sayang Adell”teriak mama sambil menetaskan air mata.
Adell pun di makamkan di sebelah makam mewah. “selamat tinggal ya sayang, semoga kamu tetap inget sama mama. Mama tetap doain kamu, mama bekal terus sayang kamu walau gak bias mama ucapkan langsung di depan mu mama tetap selalu ada buat kamu sayang GOOD BYE FOREVER” ucap mama di depan makan Adell. Ternyata makam meweh di sebelah makam Adell itu………. Makam Airin. Airin sudah meninggal karena kecelakaan pesawat. Gak ada yang bisa ngabarin Adell soalnya semua keluarga Airin tewas dalam kecelakaan pesawat itu. Walau begitu mereka tetap Abadi menjadi sahabat walau gak dibumi lagi.
**TAMAT**















